Wawancara dengan Hiroshi Takai & Koji Fox (Final Fantasy XVI)! • Jagat Play

koji fox takai san ffxvi media preview korea

Setelah penantian yang cukup lama, apalagi dengan godaan yang sudah mereka lemparkan lewat trailer dan screenshot-screenshot yang memanjakan mata, rilis Final Fantasy XVI akhirnya berada di depan mata. Ada begitu banyak alasan untuk menantikan seri yang satu ini, baik dari sisi presentasi audio dan visual, gameplay yang punya cita rasa action yang kental, hingga cerita super gelap dengan cerita yang menarik. Kami sendiri sudah menjajal setidaknya 4 jam permainan via event yang diselenggarakan Playstation Asia di Seoul, Korea Selatan dengan impresi kuat yang positif. Berita bahkan lebih baiknya lagi? Kami punya berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan otak dibaliknya.

Bersama dengan beberapa media Asia Tenggara yang lain, kami berkesempatan untuk berbincang-bincang langsung dengan Hiroshi Takai (Game Director) dan Michael-Christopher Koji Fox (Localization Director) terkait dengan Final Fantasy XVI. Tentu saja ada beragam informasi yang selama ini selalu kami tanyakan karena rasa penasaran yang sudah tertumpuk, yang untungnya juga dijawab dengan cukup lugas oleh Takai-san dan Koji Fox secara terbuka.

Lantas, apa saja informasi-informasi terbaru yang kami dapatkan dari mereka terkait Final Fantasy XVI? Ini dia:

JP: Pertanyaan pertama saya justru untuk Koji-san. Ini menjadi seri Final Fantasy pertama saya dimana kata-kata kasar seperti “You cock!” dan beberapa kata “F” langsung keluar begitu saja. Bagaimananya caranya Anda mendorong hal ini tetapi sekaligus membuatnya tetap terasa tidak berlebihan, apalagi jika dibandingkan dengan translasi Jepangnya nanti?

final fantasy xvi ambition

Koji-Fox: Ketika pertama kali membuat game ini, kami tentukan dulu rating umur yang mau kami kejar nantinya. Apalagi seperti yang kita tahu, semua seri Final Fantasy sebelum ini selalu datang dengan rating “E” atau “Teen”.  Tapi dengan Final Fantasy XVI,  Takai-san dan Maehiro-san punya cerita yang mau disampaikan, yang tidak ingin dibatasi lagi oleh rating umur. Darinya lahir cerita yang terasa nyata dan dewasa, yang datang dari dunia yang penuh perang dan kekerasan. Dan berusaha “memaksa” semua karakter berbicara dalam bahasa yang indah dan sopan, tentu tidak rasional. Bahasa kasar adalah sesuatu yang terjadi secara natural.

Walaupun demikian, kami tidak ingin membuatnya terlalu berlebihan juga. Pada akhirnya, ini menjadi soal karakter mana saja yang akan mempunya karakteristik bahasa kasar ini atau dalam situasi seperti apa ia akan keluar. Sebagai contoh, karakter seperti  Jill tidak akan banyak bersumpah serapah di dalam game karena memang karakternya demikian. Namun ketika tiba-tiba si Jill mulai berkata-kata kotor, maka Anda juga akan bisa merasakan bahwa situasi tengah serius. Menemukan keseimbangan dan memastikannya dieksekusi di situasi yang tepat, kata-kata kasar juga bisa membuat gamer merasa relate karena si karakter berbicara sepert layaknya mereka.

Media lain: Ada banyak yang menyebut bahwa Final Fantasy XVI jelas terinspirasi dari Game of Thrones. Apakah tim sendiri memang terinspirasi dari beragam media fantasi yang lain?

Takai-san: Kami memang ingin menghadirkan konsep dark fantasy seperti Game of Thrones, jadi jelas ada inspirasi dari sana – sebuah cerita fantasi dewasa yang terasa realistis. Sementara untuk media fantasi yang lain? Sepertinya sulit untuk menguncinya menjadi hanya satu saja. Tim kami berisikan orang-orang yang suka dengan cerita fantasi, dari film, literatur, manga, anime, hingga tokusatsu. Jadi, semua orang punya hal-hal yang berbeda yang mereka sukai dan kontribusi mereka membuatnya sulit untuk menentukan datang darimana inspirasi dari scene spesifik nantinya.

Sementara dari sistem pertarungan, salah satu hal yang sangat menginspirasi kami dimana Clive bisa memodifikasi beragam skill-nya berdasarkan sistem Eikon yang ada adalah sistem Jobs di Final Fantasy V.

Media lain: Apakah ada banyak eksperimen pertarungan Eikon yang sudah ditempuh oleh tim dan berujung gagal dimasukkan di versi final?

final fantasy xvi eikon battle

Takai-san: Berbicara soal itu, sepertinya tidak ada. Kami berhasil memasukkan apa yang kami inginkan semua. Tapi sekali lagi, pada saat menentukan akan menjadi apa pertarungan antara Eikon yang satu dengan Eikon yang lainnya, kami sangat memerhatikan situasi yang ada. Apa sih yang sedang terjadi di dalam cerita, mengapa kedua Eikon ini bertarung, siapa yang sebenarnya tengah berselisih, dimana pertarungan itu akan terjadi, dan seperti apa ia akan dieksekusi. Tapi satu peraturan yang kami pegang adalah memastikan setiap pertarungan ini terasa berbeda satu sama lain.

Sebagai contoh, pertarungan antara Phoenix melawan Ifrit. Kami dari awal sudah menentukan bahwa di cerita yang ini, player akan mengendalikan Phoenix. Bagaimana kita melakukannya? Mengingat Phoenix bisa terbang, kita jadikan saja ajang menembak. Inti ide soal pertarungan antara Eikon terjadi di proses pengembangan yang sangat awal.

JagatPlay: Square Enix sudah berbagi begitu banyak informasi terkait Final Fantasy XVI selama satu tahun terakhir ini. Apakah tim tidak pernah khawatir bahwa informasi ini masuk dalam status “oversharing” dan bisa jadi membuat game ini kehilangan daya tariknya nanti?

final fantasy xvi revenge

Takai-san: Tentu saja. Saya sering ditanya staff, “bukankah kita sudah berbagi terlalu banyak informasi?”. Tetapi kami juga mengerti bahwa di era sekarang, dimana ada begitu banyak game bermunculan, kami juga harus membuat gamer tertarik untuk memilih dan memainkan Final Fantasy XVI. Kami harus memperlihatkan apa yang ada di dalam game, apa yang sudah kami ciptakan. Walaupun ini juga keputusan sulit, namun kami harus bekerjasama dengan tim promosi kami untuk memastikan gamer tidak melirik produk yang lain.

Jika kami terlalu banyak merahasiakan Final Fantasy XVI, gamer justru akan kebingungan untuk menentukan apakah ini game untuk mereka atau tidak. Tentu saja kami juga masih memiliki begitu banyak hal yang belum dipamerkan ke publik, terutama di sisi cerita. Walaupun kami sudah memperlihatkan banyak scene, masih banyak hal yang tidak Anda ketahui dari sisi plot. Jadi kami yakin tetap akan bisa mendapatkan excitement dari gamer ketika mereka cicipi Final Fantasy XVI.

Media lain: Apakah ada side quest yang nantinya akan mempengaruhi cerita utama Final Fantasy XVI? Seperti percabangan misalnya?

Takai-san: Side-quest tidak akan punya pengaruh sama sekali ke cerita utama. Jadi terlepas apakah Anda mau menyelesaikan side quest yang ada atau tidak, tidak akan ada efeknya. Walaupun demikian, side quest tetap akan memberikan pengertian lebih dalam soal dunia atau karakter. Jadi menyelami cerita utama dengan menyelesaikan side quest dan tanpa menyelesaikan side quest akan menghadirkan sensasi yang berbeda. Karena Anda akan mengerti kira-kira cara berpikir karakter spesifik atau mengapa mereka mengambil tindakan tertentu. Jadi walaupun tidak harus, cerita sampingan ini akan tetap membuat cerita utama terasa lebih bisa dinikmati dan dimengerti.

Nanti Anda juga akan bertemu dengan jenis-jenis side quest istimewa, misalnya yang berujung membuka resep senjata dan gear yang lebih kuat misalnya. Yang tentu saja akan membantu Anda di cerita utama. Sekali lagi tidak harus, tetapi akan membuat perjalanan Anda lebih mudah nantinya. Anda tidak akan dihukum karena tidak menyelesaikan side quest sama sekali.

Final Fantasy XVI sendiri akan dirilis pada tanggal 22 Juni 2023 mendatang untuk Playstation 5.

Source link

Check Also

Axioo Gelar Turnamen eSport Pertamanya! • Jagat Review

Masih ingat dengan brand Axioo? Brand lokal asal Tanah Air ini kemarin sempat merilis laptop …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *